Kembali
01Tentang saya

Saya Gilang,
dokter gigi praktik.

Dokter gigi praktik yang sedang belajar membuat alat digital untuk pekerjaan yang saya kenal dari dekat.

Tentang perjalanan ini
Ruang Hikmah Digital

Saya lulus jadi dokter gigi tahun 2010, dan sejak itu sudah bekerja di beberapa tempat — mulai dari klinik swasta sampai rumah sakit pemerintah. Tapi ada satu hal yang saya bawa dari jauh sebelum jadi dokter gigi: saya selalu suka dunia digital. Dulu saya senang otak-atik Linux, custom ROM Android, sampai ngulik CSS dan JavaScript buat blog sendiri — semuanya modal tutorial dan coba-coba, bukan latar belakang coding formal. Kalau disuruh nulis kode dari nol, sejujurnya saya tidak bisa. Di praktik sehari-hari, saya melihat banyak hal yang sebenarnya bisa dibuat lebih efisien — apalagi dengan tuntutan akreditasi klinik yang makin ke sini makin banyak yang harus dipenuhi. Saya percaya aplikasi digital dan AI bukan sekadar gimmick, tapi kebutuhan nyata supaya waktu dan tenaga dokter gigi bisa lebih fokus ke pasien, bukan ke urusan administratif yang berulang.

Ide IC Digital lahir dari hal sederhana: membuat informed consent itu kerjaan repetitif. Isinya itu-itu lagi, tapi tetap harus ditulis atau diketik manual setiap kali. Sesuatu yang berulang seperti ini seharusnya bisa diotomatisasi. StockDental lahir dari peran saya yang bukan cuma praktik, tapi juga ikut membantu manajemen klinik. Dari situ saya lihat langsung kendalanya — pencatatan stok bahan yang penting, tapi sering tidak rutin dilakukan. Dua ide ini sudah lama ada di kepala saya, tapi baru bisa terwujud di tahun 2026, setelah AI (saya pakai Claude) berkembang cukup jauh untuk benar-benar membantu eksekusi teknisnya. Prosesnya tidak instan — AI memang jago soal coding, tapi logikanya tetap harus saya yang menuntun. Kadang AI ngeyel dan saya harus meyakinkan kalau arahnya salah, kadang idenya bagus tapi ide saya sebagai orang yang tahu langsung kondisi klinik ternyata lebih pas. Intinya: AI itu alat eksekusi, bukan sumber ide — idenya tetap harus datang dari yang mengerti masalahnya. Sekarang IC Digital dan StockDental sudah saya pakai sendiri di klinik. Isi IC jadi jauh lebih cepat, dan asisten saya juga lebih mudah mencatat stok bahan dibanding cara manual sebelumnya.

Saya menulis ini bukan sebagai developer yang kebetulan paham dunia gigi, tapi sebagai dokter gigi yang kebetulan senang ngulik digital. Kalau kamu juga sering mikir "harusnya ini bisa lebih gampang" saat kerja di klinik, saya percaya ide itu berharga — bahkan kalau kamu, seperti saya dulu, sama sekali tidak bisa coding. Ruang Hikmah Digital ini tempat saya berbagi proses itu: dari keresahan sehari-hari di klinik, jadi alat yang benar-benar dipakai.

Kalau klinikmu butuh solusi digital yang lebih spesifik, saya bisa bantu wujudkan — adaptasi dari yang sudah saya bangun untuk klinik saya sendiri.

— Gilang